Referensi Strategi Belajar

Kebanyakan guru di sekolah gencar mengajarkan teori untuk murid-muridnya, tapi jarang di antara mereka yang mengajarkan strategi belajar efektif. Karena saya merasa kurang puas dengan cara belajar konvensional yang hanya merangkum, membaca, menghafal, saya mencoba berbagai cara belajar agar waktunya efisien dan hasilnya lebih maksimal.

Sebelum memulai belajar, biasanya ada beberapa pedoman yang harus saya perhatikan.

Memastikan mind set bahwa yang saya lakukan adalah hal penting.

Mind set itu seperti bahan bakar. Kita dapat melakukan segala pekerjaan karena dikomandoi oleh mind set. Well, mungkin sebagian orang menganggap orang keren itu dapat nilai besar tanpa belajar. Apakah tujuan belajar itu untuk menjadi orang keren? Apakah tujuan belajar itu untuk mendapat nilai besar? Tidak. Bukankah Allah melihat proses hamba-Nya, bukan dari hasilnya?

AT Taubah.jpg

Niatkan kebaikan untuk Allah

Ingat kembali kepada tujuan kita diberi nyawa, untuk apa? […]

Belajar adalah salah satu jalan yang dapat mengantarkan kita pada tujuan sejati kita. Ingat juga bahwa Ilmu Allah gak diberi untuk pelaku maksiat.

“Barangsiapa menempuh suatu jalan mencari ilmu padanya, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
“Ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”

Mengabaikan bisikan setan

Sania, ayo tidur aja, ga usah belajar.

Ah, males belajar, pusing!

Guys, please. Musuh terbesar kita di antaranya adalah setan dan diri kita sendiri. Control yourself.

 

Nah, setelah modalnya kuat, baru kita bisa menjelajahi berbagai strategi belajar.

Fokus di kelas

Langsung pahami/hafalkan saat KBM

Tutor sebaya

Setelah mencoba berbagai macam cara, ini adalah cara paling mulia sekaligus paling efektif. Seringkali saat mengerjakan soal, tiba-tiba terngiang percakapan saat tanya-jawab dengan teman.

“Hewan yang ada di taiga apa aja?”

“Muskox ya?”

Tuhkan, pasti banyak orang yang terkecoh di sini. Muskox itu di tundra.”

Ketika kita mengajarkan, ilmu kita bukan berkurang, justru malah bertambah. -A quote from my mom.

Banyak berlatih soal

Banyak berlatih soal membantu untuk memberi gambaran tipe-tipe soal yang muncul. Selain itu, biasanya soal bisa lebih mudah menempel di ingatan kita.

Membuat mind map

mind-mapping1.jpg

Catatan satu bab berlembar-lembar bisa disulap menjadi boom! Secarik kertas. Praktis, kan?

Membuat daftar centang materi yang harus dikuasai

index

Aku suka wasting time dengan mengulang baca bagian yang sudah aku pahami. Dengan membuat list, aku bisa fokus ke bagian materi yang belum aku kuasai.

Membuat ringkasan rapi disertai gambaran visual

wpid-sam_3403-1_soft-11.jpg

Ringkasan yang rapi disertai gambaran visual dapat meningkatkan kinerja otak beberapa persen.

Menggaris bawahi kata kunci penting

Ini membantuku untuk skip hal yang gak penting dan fokus ke kata kunci. Selain itu, stabilo bisa membantu memberi warna catatan yang flat.

stabilo.jpg

Menghafal nama ilmiah: Buat visualisasi dengan cerita

Contohnya, caraku menghafal Vibrio comma adalah dengan mengingat Rio bergetar saat koma atau koma yang bergetar. Seaneh apapun bayangan yang kamu ciptakan, justru semakin bagus, karena manusia cenderung mengingat hal yang aneh-aneh.

Fisika: Mengerjakan soal sulit berulang-ulang

Caraku belajar adalah mengulang-ulang terus soal fisika yang sulit seperti dari SIMAK UI, UM UGM, dll sampai tidak lihat rumus dan tidak salah.

Matematika: Terus berlatih hingga menemukan cara cepat

Mengerjakan soal matematika butuh kecepatan dan ketepatan. Apalagi setelah SMA, aku cukup sering mepet menyelesaikan UH Matematika. Mencari cara cepat di buku dan internet dapat dijadikan solusi cermat.

Belajar melalui video

Cobalah minta guru kalian menampilkan video saat KBM di kelas. Biasanya anak-anak yang tadinya ngantuk langsung melek, yang tadinya jenuh bisa lebih terhibur. Karena pada dasarnya manusia tertarik dengan hal yang menyenangkan.

Membuat lagu

Siapa yang masih nyanyi lagu timur-tenggara untuk mengingat arah mata angin?Atau lagu alphabet? Ya, lagu berkaitan dengan otak kanan yang merupakan ingatan jangka panjang.  Cara ini sangat cocok diterapkan untuk anak-anak karena hafalan mereka masih sedikit, jadi terjangkau untuk dibuatkan lagu.  Tapi aku jarang menggunakan cara ini, karena gak pandai membuat lagu.

Minta diajarkan

Jangan takut, malu, atau malas bertanya. Jangan pula sombong untuk bertanya. Bertanya adalah setengah dari ilmu. Terkadang aku malas untuk bertanya, tapi setelah bertanya I feel so much greater.

Hafalkan secara konvensional

Di sela-sela semua strategi belajar pasti gak akan lepas dari cara ini. Aku biasanya gak bisa fokus menghafal kalau terburu-buru. Ternyata terburu-buru adalah sifat setan. Padahal santai aja, kamu gak akan kehabisan waktu.

Memahami dan membaca berulang-ulang

Yup, yang penting bukan hafal aja, tapi juga paham. Ilmu itu ibarat sandwich, semakin tebel kamu lapisi, semakin mantap.

Konsisten

Ini adalah hal yang paling sulit. Karena biasanya motivasi manusia itu naik turun. Tapi kalau lagi down, segeralah berlari, berjalan, merangkak, atau setidaknya mengesot untuk mengembalikan konsistensimu.

Just do it

Visi + misi – aksi = panjang angan-angan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s